SLB NEGERI PELAMBUAN BANJARMASIN

Kesalahan yang Sering Dilakukan Orangtua Anak Autis

Unknown | 05.48 | 0 komentar


Jakarta, Anak autis memiliki kepekaan yang berlebih pada inderanya. Suara-suara bising, cahaya terang atau terkadang hanya sentuhan biasa saja bisa membuat anak autis takut atau justru marah. 

Tak heran jika banyak ditemui kasus anak autis mudah rewel dan terlihat hiperaktif, itu karena mereka mudah terganggu oleh hal-hal yang menurut mereka tidak nyaman.

Ketika menjelang remaja, kepekaan ini juga semakin meningkat. Perubahan hormon yang dialami juga bisa menimbulkan gangguan jika tidak ditangani dengan baik.

"Pada penderita spektrum autis yang disebut sindrom Asperger, perubahan hormonnya 5 kali lebih cepat dibanding remaja non autis. Dorongan seksnya juga lebih besar, namun mereka tahu hal itu tidak boleh sembarang dilakukan. Akhirnya mereka menjadi sakit perut, sering pusing dan meningkat kecemasannya," kata dr Adriana S. Giananjar, M.S., psikolog sekaligus pendiri sekolah khusus anak autis 'Mandiga' dan dosen psikologi di Universitas Indonesia dalam acara Cares for Autism yang diselenggarakan London School of Public Relation di Taman Menteng, Jakarta, Sabtu (14/4/2012).

MEREKA BUKAN ANAK BODOH TAPI ANAK BERKESULITAN BELAJAR SPESIFIK (ABBS)

Unknown | 01.48 | 0 komentar
Image
Oleh : Alvian Ramadhani
Dalam praktek pendidikan khsusunya di sekolah umum, kita kerap kali menenumi anak-anak yang mengalami permasalahan belajar secara spesifik. Misalnya: tidak bisa membaca dan tidak bisa berhitung. Anak-anak seperti ini kerap kali mendapat stempel sebagai anak bodoh, karena kesulitan belajar anak biasanya berdampak pada prestasi belajar. Kadang anak-anak seperti ini sering kali tinggal kelas dikarenakan tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik.
Kita juga mengenal beberapa tokoh dunia yang mengalami kesulitan belajar spesifik, seperti: Thomas Edison yang saat kecil disebut abnormal dan terbelakang mental. Dalam diarinya dia bercerita tidak pernah bertahan lama di sekolah, selalu mendapatkan rangking bawah dan ayahnya pun memanggilnya si Bodoh. Seperti halnya Thomas Edison, Albert Einstein juga tidak mampu bicara sampai usia 3 tahun dan pada usia 7 tahun baru mampu menggabungkan kata. Gurunya mengatakan, “tidak ada yang special”.  Albert mengalami kesulitan untuk menulis, bahkan sampai dewasa. Inilah contoh kisah ABBS (Anak Berkesulitan Belajar Spesifik).

FLS2N dan O2SN 2013

Unknown | 09.13 | 0 komentar
fls2n 2013

fls2n 2013

Prakerin Siswa SLB Negeri Pelambuan

Unknown | 03.24 | 0 komentar


OSN 2012 - BALI

Unknown | 03.07 | 0 komentar
OSN - Bali 2012

OSN - Bali 2012

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SLB NEGERI PELAMBUAN BANJARMASIN - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger